Puisi : Mimpi Di Tanah Hijau

MIMPI DI TANAH HIJAU


Karya : Rahmat Setiawan



Di hari ini aku berdiri,
dengan tangan kosong namun hati penuh mimpi.
Langkahku kecil di jalan yang panjang,
namun harapanku tinggi menjulang.


Aku berjalan di bawah langit yang luas,
menyimpan harapan di setiap napas.
Walau jalan berdebu dan matahari terik menyapa,
semangatku tetap menyala di dalam jiwa.


Kubayangkan masa depan yang hijau,
tanah luas terbentang sejauh mata memandang.
Berhektar-hektar bumi di bawah langit biru,
tempat pohon sawit tumbuh teguh dan bersatu.


Di tanah itu aku menanam harapan,
bibit kecil yang penuh keyakinan.
Dengan tangan yang lelah namun tak menyerah,
aku percaya masa depan akan indah.


Setiap bibit yang kutanam adalah harapan,
setiap daun yang tumbuh adalah perjuangan.
Angin membawa doa dari tanah yang subur,
tentang kerja keras yang tak pernah luntur.


Hari demi hari aku belajar sabar,
melihat waktu berjalan perlahan namun benar.
Seperti sawit yang tumbuh perlahan ke langit,
mimpiku pun tumbuh sedikit demi sedikit.


Pagi datang bersama semangat baru,
matahari menyinari ladang yang kutuju.
Keringat jatuh membasahi tanah,
namun di situlah mimpi mulai merekah.


Suatu hari nanti aku akan berdiri di sana,
di tengah ladang sawit milikku yang luas.
Angin berhembus di antara daun-daunnya,
seolah menyapa kerja keras yang tulus.


Aku akan mengingat hari ini,
saat mimpi hanya tertulis dalam hati.
Saat aku percaya pada masa depan,
meski jalan masih penuh rintangan.


Karena masa depan bukan sekadar menunggu waktu,
ia tumbuh seperti sawit yang kupupuk setiap hari.
Dengan keringat, tekad, dan doa yang menyatu,
hingga mimpiku menjadi nyata di bumi sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA KU

Puisi:Sekolahaku di smk pertanian

Puisi: Sekolahanku Dekat Rumahku